Pertemuan rutin setiap semester untuk KITA ( sesama mgmp sma ) hanya mendapatkan jatah 5 kali pertemuan dari MKKS Kabupaten ( bantuan transpor dan konsumsi ) selebihnya kembali kepada komitmen masing-masing anggota MGMP itu sendiri. Sudah ada suntikan dana transport plus konsumsi saja kadang masih banyak rekan-rekan guru yang agak ogah-ogahan untuk mau hadir ke pertemuan yang dengan susah payah diupayakan untuk mengundang anggota oleh pengurus MGMP. Apakah di kabupaten lain juga demikian?.
Memang perlu adanya pengorbanan dan kesabaran bagi pengurus MGMP. Pengorbanan waktu untuk mencoba menyusun kegiatan, membuat dan menyampaikan undangan ( secara tulis maupun pesan singkat lewat sms). Atau sudah mulai merasa jenuh dengan rutinitas sehari-hari? . Mengapa seperti kurang bergairah serta kurang semangat dalam mendukung program MGMP ?
Untuk pembina MGMP kabupaten melalui MKKS SMA , kami mohon dicarikan solusi atau jalan keluar agar MGMP bergairah kembali sehingga tujuan pendidikan tercapai seperti cita-cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa. Misalnya dengan diadakan OUT BOND antar MGMP SMA .
Mohon tanggapan dan masukan dari rekan guru dimana saja anda berada, semoga guru-guru Indonesia selalu bersemangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Hidup GURU..........